klik disini untuk versi mobile

Rabu, 30 September 2009

SSB Salatiga FC Ke Piala Wali Kota Surakarta

SALATIGA - Sekolah Sepak Bola (SSB) Salatiga yang memusatkan latihan di Stadion Kridanggo kini menempa pemain usia dini dan yunior, dan telah mampu menghasilan pemain berbakat.

Untuk meningkatkan kematangan teknik, fisik dan mental bertanding mereka, para pemain sering ambil bagian di sejumlah turnamen di Kota Salatiga dan sekitarnya.

Slamet, pelatih yang juga pembina SSB Salatiga FC mengatakan, Sabtu - Minggu (2 - 3/5) pihaknya akan mengirimkan dua tim untuk mengikuti turnamen sepak bola Liga Bocah memperebutkan Piala Wali Kota Surakarta.

”Kejuaraan ini khusus untuk tim dengan materi pemain kelahiran 1998 dan 1999,” kata dia, Senin (27/4) di sela-sela latihan.

Pertandingan yang akan berlangsung di Lapangan Kotabarat dan Stadion Sriwedari itu diikuti tim-tim SSB berbagai kota di Jawa, di antaranya dari Bandung, Jakarta, Semarang, Surabaya, Yogyakarta, Malang, Kediri, dan lainnya.

SSB Salatiga FC menurunkan dua tim, yakni tim dengan materi pemain kelahiran 1998 dan kelompok 1999. Untuk Tim 1999 akan berada satu grup dengan SSB Wijaya Kusuma Malang dan Persada Semarang. Sedangkan Tim 1988 satu grup dengan Macan Putih Kediri, Tersenyum Boyolali, dan SSS Semarang.

Pasukan dari Salatiga ini dimanajeri Purwanto, dengan pembina Achmad Gunarto, Slamet, Haryanto, dan Riyanto Dwi Windhu.

Selain memusatkan persiapan dan pelatihan di Stadion Kridanggo, SSB Salatiga FC juga melakukan persiapan akhir di sekretariat Perum Vila Pengilon Jl Abdul Amin No 10 Salatiga. ”Kami berharap anak-anak mampu meraih prestasi terbaik,” ujar Slamet. (H2-18)

sumber: suara merdeka

[+/-] selengkapnya

Bookmark and Share

Jumat, 28 Agustus 2009

Bis ESTO,, saksi bisu kota Salatiga

Sekedar copy-paste tulisan dari Sdr.Antony Lee di KOMPAS + foto2 lawas
Sunarhadi (55), kondektur Bus ESTO jurusan Salatiga-Ambarawa, tersenyum getir melihat penumpang bus tak lebih dari 10 orang saat keluar dari perbatasan Kota Salatiga, Jawa Tengah, Minggu (25/5) siang. Dia khawatir satu rit perjalanan akan rugi. Ongkos yang terkumpul tak cukup untuk membeli solar yang terpakai.


Hingga memasuki Ambarawa, jumlah penumpang tak juga bertambah. Lebih dari 40 bangku kosong. Uang yang terkumpul dalam satu rit itu tak lebih dari Rp 25.000. Padahal, tiap rit atau sekali jalan, bus menghabiskan 6-7 liter solar atau Rp 33.000 hingga Rp 38.000 dengan harga solar kini Rp 5.500 per liter.

Sebagian penumpang ada yang dipungut ongkos lebih tinggi Rp 500 hingga Rp 1.000 dari harga normal, yaitu Rp 2.000 hingga Rp 3.000. Ada yang bayar dengan harga normal dan ada yang menerima kenaikan harga ini. ”Saya ditarik Rp 4.000, tetapi ya sudah, harga BBM naik, mau protes percuma,” kata Ari Harsudi (49), penumpang asal Sidomukti, Salatiga.

Kenaikan harga ”malu-malu” ini diakui Sunarhadi dan sopir bus, Sudadi (57). Mereka masih pilih-pilih karena penumpang rute Salatiga-Ambarawa umumnya terbatas. Mereka mengetahui belum ada penetapan harga baru, tetapi kenaikan harga solar Rp 1.200 per liter mulai 24 Mei membuat ongkos saat ini tidak lagi menguntungkan.

”Kenaikan harga BBM betul- betul memukul. Sebelumnya, perusahaan bus kami sulit bertahan, tetapi dengan keadaan ini, kebangkrutan di depan mata. Padahal, banyak orang dahulu terbantu oleh adanya perusahaan kami,” kata Sudadi.

ESTO atau Eerste Salatigasche Transport Onderneeming lebih dari 80 tahun beroperasi di Kota Salatiga. Krisis yang berkali-kali menghajar, resesi global tahun 1930-an, hingga krisis moneter tahun 1997 dapat dilalui dengan susah payah. Namun, kenaikan harga BBM, 24 Mei, dikhawatirkan memberi pukulan terakhir bagi ESTO.

Perusahaan ini mulai beroperasi terbatas laiknya taksi sejak tahun 1921. Sang pendiri, Kwa Tjwan Ing, mengembangkan usaha setelah membeli beberapa bus kecil dua tahun kemudian. Bus hanya melayani rute Salatiga-Tuntang dan Salatiga-Bringin.

Menurut penuturan Slamet (52), mantan pengelola ESTO yang kini menjadi montir, perusahaan ini berkali-kali jatuh bangun. Ketika Slamet bekerja sebagai montir, sekitar tahun 1970-an, beberapa pekerja tua menceritakan ESTO sempat diambil alih Jepang dan Belanda.

Sempat diambil alih

Dalam buku Salatiga, Sketsa Kota Lama, ESTO sempat terpukul hebat saat resesi dunia tahun 1930-an. Sebagian bus diambil alih BPM (Bataafsche Petroleum Mij/sekarang Pertamina). ESTO ketika itu terjerat utang bensin yang cukup banyak. Namun, perusahaan ini bisa bertahan dan kembali mengukir masa kejayaan sejak 1970 hingga akhir tahun 1990.

”Waktu krisis moneter, perusahaan masih bagus karena setoran mencukupi. Kami pernah dijadikan contoh karena perusahaan memerhatikan karyawan. Awak bus, selain mendapat komisi harian, juga mendapat gaji tetap. Jamsostek juga dapat sampai akhirnya dihapus,” kenang Slamet.

Namun, lanjut Slamet, ESTO goyah sejak tahun 2001 dan kian parah setelah kenaikan harga BBM tahun 2005. Dari 10 bus yang dimiliki, saat ini tersisa enam, tiga masih beroperasi dan tiga lainnya terpaksa dikandangkan karena mesin rusak.

”Empat bus yang sudah dikanibal itu laku Rp 8 juta per unit karena dijual sebagai barang bekas. Hasilnya juga untuk biaya operasional,” kata Slamet yang diserahi tanggung jawab sejak pemilik ESTO, Kwa Liong Siang, sakit tahun 1996.

Harga suku cadang yang tinggi diperparah setoran yang turun akibat harga solar meroket dari Rp 1.850 jadi Rp 4.300 per liter. Untuk mengganti suku cadang, per unit bus, memerlukan Rp 5 juta. Setoran harian tidak tentu, kadang Rp 20.000, kadang Rp 50.000 per bus.

Jangankan untuk peremajaan bus, untuk gaji montir saja mulai kesulitan. Satu bulan terakhir, enam montir belum digaji. Mereka tidak banyak menuntut karena mengetahui kondisi perusahaan. Bengkel bus juga sudah lama tak diperbaiki. Selain itu, penghasilan awak bus dan karyawan tak menentu.

Pengamat transportasi Universitas Katolik Soegijapranata Semarang, Djoko Setijowarno, mengatakan, kenaikan harga BBM dipastikan mempersulit perusahaan bus.

”Pemerintah sebenarnya bisa memberi subsidi, terutama untuk bus ekonomi yang melayani masyarakat,” katanya.

Djoko juga mengatakan, sangat disayangkan apabila perusahaan yang memiliki nilai sejarah transportasi seperti ESTO dibiarkan mati. Dia mengusulkan agar Pemerintah Kota Salatiga melibatkan diri, bisa dengan mengambil alih aset dan mengembangkan transportasi massal menggunakan ESTO, cikal bakal transportasi umum di Salatiga.

Paling tidak, jangan sampai masyarakat Salatiga kehilangan artefak berjalan dan tinggal kenangan....


[+/-] selengkapnya

Bookmark and Share

Selasa, 14 Juli 2009

SS.Salatiga ,Kapal Cargo milik Belanda

Hmm,,posting tentang Salatiga lagi nih.. nemu yg lmyn menarik nie bwt org salatiga...ternyata para kompeni ngasih nama kapal2 mereka dgn nama daerah jajahannya di Indonesia. salah satunya dinamain ss Salatiga 1945 Victory
selain tu da jg yg dinamain Samarinda,ternate,,dll.... nee foto2 nya....(di klik gmbrnya biar kliatan gede..hee)





data2 kapal ini sebagai berikut...(sx lagi klik gmbr untuk lebih jelasnya)
sumber : http://www.wivonet.nl/krlpag8.htm

[+/-] selengkapnya

Bookmark and Share

Senin, 13 Juli 2009

Sebuah kota bernama Salatiga

Kota Salatiga, adalah sebuah kota di Provinsi Jawa Tengah. Kota ini berbatasan sepenuhnya dengan Kabupaten Semarang. Salatiga terletak 49 km sebelah selatan Kota Semarang atau 52 km sebelah utara Kota Surakarta, dan berada di jalan negara yang menghubungan Semarang-Surakarta. Salatiga terdiri atas 4 kecamatan, yakni Argomulyo, Tingkir, Sidomukti, dan Sidorejo. Berada di lereng timur Gunung Merbabu, membuat kota ini berudara cukup sejuk.Kota Salatiga sendiri berada di ketinggian +/-500Mdpl
Postingan kali ini berisi foto2 sudut kota salatiga masa lalu dan masa kini :


neeh foto2 nya....(di klik aja gmbr nya biar lbh jelas)

^ Rumah yang di Jl.Diponegoro sblh Rumah dinas walikota..pd tau ga?

^Kantor Pos salatiga dulu dan sekarang

^POLRES Salatiga...yang di seberangnya Lap.Pancasila

^ Gedung DPRD Jl.Sukowati

^Jl.Jendral Sudirman

^ sudut lain kota salatiga...
Klenteng di Jl.Sukowati dan Jl.Diponegoro tempo doeloe..heee,,mgkn p4an penjara ato dpn kmps UKSW...krg tau jg...wkt tu blm lahir soalnya..

[+/-] selengkapnya

Bookmark and Share

Jumat, 26 Juni 2009

Salatiga F.C dan Sepakbola Indonesia

Kerja masuk malem, kerjaan dah beres bingung mo ngapain. akhirnya mo nyoba nulis tentang Sepakbola salatiga,,hohoho....
browsing2 lwt google, ktmu deh PSISa Salatiga yang katanya dah ganti nama jadi Salatiga F.C (kurang tau tu nama resmi nya pa bukan)
pas liat2 web Badan Informasi dan teknologi Sepakbola Indonesia,, kesimpulannya Parah banget database Sepakbola Indonesia. Klub Sepakbola yang notabene dah semi-pro dan ikut kompetisi divisi II PSSI kaya PSISa, disitu data2 nya ga lengkap.
apa sih kerja nya admin2 di PSSI? web udah ada, tiap bulan dpt gaji, tapi data2 simpel aja ga ada..
alamat klub,nama stadion,telpon,fax,lambang klub...semuanya ga ada.
ga tau admin di PSSI pusat yang males atau klub yang belum ngirim data2 nya.Tapi kalo mau diteliti lagi koq klub laen ada yang udah pasang logo klub (walopun masih sebagian kecil)

Sebuah Pertanyaan kecil buat pengurus PSSI yang mau mencalonkan diri jadi host Piala Dunia 2022. Apa hal2 kaya gini ga jadi pertimbangan FIFA buat seleksi host Piala Dunia. seahrusnya bisa kan mencontoh www.FIGC.it , disitu lengkap banget database Klub dan Pemain di Liga Italia dari Serie A sampe Serie C.
Kembali lagi ke PSISa, apa pengurus PSISa liat data2nya yang ga lengkap juga cm diem aja? mestinya jg konfirmasi ke PSSI Jateng donk (hehe,,sok tua nee).
Tadi sempet juga liat2 pemain PSISa,, ada beberapa pemain yang gw kenal juga ternyata..hohoo bangga nee....
Dani Kristiyanto : Hmm,,stau gw nama nya di akte tu Dani Krestanto deh. temen SMP ma tandem di SKB Salatiga dulu.oiya,,bukannya dani dah pindah klub? koq blm update? 1 lg kelemahan PSSI,,hmmm....

Bambang Priambodo : rekan se Tim juga di SKB Salatiga. sama2 striker nee,,heee...(kayana dulu Pak Rohani salah milih gw trs yg di tim inti,,
hebat mbang bs msk PSISa)

Jamal: Temen kalo lg maen / sparing keluar ma anak2 NOB / Jong Java...tp jadi musuh kalo di POM UKSW,FTI Cup ma FE Cup,,hehee (kw penak ngegolke nggo wit)

nee ada tambahan poto2 tentang tim2 gurem di Salatiga...wkakaka

[+/-] selengkapnya

Bookmark and Share
 

Andreas Samudera,A.Md

Salatiga@2008