ini dia gan Hanif Sjahbandi,posisinya dia sebagai back gan,calon tunas bangsa indonesia
dia juga udah main di timnas usia 13 loh gan..penerus bambang pamungkas cs nanti gan
semoga dia nanti bisa membawa indonesia ke piala dunia dan membawa banyak prestasi untuk persepakbolaan indonesia!
ini pas foto2nya dia lagi latihan di campnya Manchester United gan










semoga makin banyak calon pemain muda indonesia yang bagus2,biar prestasi timnas kita juga makin bagus,bisa main di piala dunia hehehe
sumber: http://www.manutdsoccerschools.com/G...lls-Final.aspx
cuma mau share ,,repost dari kaskus
FB
Selasa, 02 Februari 2010
Hanif Sjahbandi : pemain U-13 Indonesia latihan di MU
Selasa, 08 Desember 2009
JABULANI : Bola Resmi WOrld Cup 2010
Bola yang akan digunakan untuk Piala Dunia 2010 diperkenalkan kepada dunia bersamaan dengan undian di Cape Town, Jumat (4/12) malam. Perkenalan itu juga dilakukan di beberapa negara. Di Indonesia, bola Piala Dunia bernama Jabulani itu diperkenalkan di Ballroom Jakarta Theatre, pukul 12.00 WIB.
Bola ini dibuat dan didesain khusus oleh Adidas. Nama Jabulani diambil dari bahasa Bantu, salah satu dari 11 bahasa resmi di Afrika Selatan (Afsel), tuan rumah Piala Dunia 2010. Arti dari Jabulani kurang lebih "untuk merayakan".
makna angka 11 menjadi salah satu inspirasi pembuatan bola tersebut. Kebetulan, di Afsel ada 11 suku dan 11 bahasa resmi. Selain itu, angka 11 merupakan jumlah pemain dalam setiap tim. Maka, desain bola ini tak jauh-jauh dari filosofi angka tersebut.
Maka, bola itu memiliki 11 warna. Warna-warna cerah penuh semangat dari Afsel sangat dominan dalam bola tersebut.
Ada gambar segitiga yang terispirasi dari figur luar Stadion Johannesburg's Soccer City. Masing-masing elemen desain tersebut menampilkan warna cerah Afsel.
"Bola itu dibuat dengan teknologi mutakhir dengan profil 'Grip 'n Groove' yang dikembangkan baru-baru ini. Teknologi ini membuat bola sangat imbang, mampu melesat dengan baik dan mudah digunakan untuk dribel. Bahkan, bola ini tak terpengaruh cuaca. Ditendang akan terasa sama saja baik dalam keadaan kering atau saat hujan," jelas Monica Ang, Brand Communication Manager Adidias Indonesia, di Jakarta, Jumat (4/12).
Menurut Monica Ang, Jabulani sudah diuji di laboratorium Adidas di Scheinfeld, Jerman. Selain itu, pengujian juga dilakukan di beberapa tempat oleh pemain-emain profesional di Universitas Loughborough Inggris, AC Milan, Bayern Muenchen, Orlando Pirates, dan Ajax Cape Town.
Jabulani merupakan bola ke-11 Adidas yang dipakai untuk Piala Dunia. Sepuluh bola sebelumnya adalah The Telstar (Piala Dunia 1970), The Telstar Durlast (Piala Dunia 1974, The Tango (Piala Dunia 1978), The Espana (Piala Dunia 1982), Azteca (Piala Duia 1986), Etusco Unico (Piala Dunia 1990), Questra (Piala Dunia 1994), Tricolore (Piala Dunia 1998), Fevernova (Piala Dunia 2002), dan Teamgeist (Piala Dunia 2006).
Senin, 14 September 2009
Giornata 3 Lazio VS Juventus (0-2)
Di Giornata ke-3 Lazio menelan kekalahan pertamanya musim ini. Biancoceleste yang tidak diperkuat zarate dan rocchi mampu bermain baik dan terus menyerang di babak pertama bahkan sempat membuat gol yang berawal dari kemelut di dpn gawang buffon, namun sayang gol tersebut dianulir wasit.D
Andalan baru Juventus, Diego mengalami cedera dan harus ditarik keluar lapangan.Petaka terjadi di menit ke-72 saat Martin Cacers mencetak gol pertama Juventus melalui tendangan first time nya. LaZio terus menekan Juve untuk mengejar ketertinggalan,namun sayang di menit2 terakhir Leichsteiner salah membuang bola yang menyebabkan terjadinya gol ke-2 Juventus melalui kaki Trezeguet di menit ke-94
Ditengah sorotan media, Muslera yang kabarnya diminati MU bermain sangat baik dengan penyelamatan2nya. Pemain sayap Kolarov juga bermain sangat baik, mengingatkan para Laziale pada permainan Dejan Stankovic di masa nya. FORZA LAZIO...Non Molarre mai
kekalahan dari Juve bukan akhir segalanya, Kompetisi masih panjang...
Jumat, 21 Agustus 2009
Kostum Lazio lama
Liat kostum Lazio pas lawan Elsborgh kemaren jd inget pengen posting kostum2 lama Lazio(sedapetnya yea? heee)
Nee pas Lazio juara Piala Winners (terakhir)

Kostum musim lalu 2008/2009

wah,,kalo liat yg ini bayangan gw langsung mihajlovic,ravanelli,Boksic
Wah,,jujur belom nge fans ma Lazio waktu masih pake kostum nee (1993/1994)
Katanya kostum Lazio musim nee (2009/2010) banyak yang protes. sampe2 Laziale di Belgia ngirim design2 dibawah nee ke PUMA

Kalo yang dibawah kayanya ga ada yea...cm editan Laziale penggemar PS,,ahaha tp keren sie sebenernya


Jumat, 26 Juni 2009
Salatiga F.C dan Sepakbola Indonesia
Kerja masuk malem, kerjaan dah beres bingung mo ngapain. akhirnya mo nyoba nulis tentang Sepakbola salatiga,,hohoho....
browsing2 lwt google, ktmu deh PSISa Salatiga yang katanya dah ganti nama jadi Salatiga F.C (kurang tau tu nama resmi nya pa bukan)
pas liat2 web Badan Informasi dan teknologi Sepakbola Indonesia,, kesimpulannya Parah banget database Sepakbola Indonesia. Klub Sepakbola yang notabene dah semi-pro dan ikut kompetisi divisi II PSSI kaya PSISa, disitu data2 nya ga lengkap.
apa sih kerja nya admin2 di PSSI? web udah ada, tiap bulan dpt gaji, tapi data2 simpel aja ga ada..
alamat klub,nama stadion,telpon,fax,lambang klub...semuanya ga ada.
ga tau admin di PSSI pusat yang males atau klub yang belum ngirim data2 nya.Tapi kalo mau diteliti lagi koq klub laen ada yang udah pasang logo klub (walopun masih sebagian kecil)
Sebuah Pertanyaan kecil buat pengurus PSSI yang mau mencalonkan diri jadi host Piala Dunia 2022. Apa hal2 kaya gini ga jadi pertimbangan FIFA buat seleksi host Piala Dunia. seahrusnya bisa kan mencontoh www.FIGC.it , disitu lengkap banget database Klub dan Pemain di Liga Italia dari Serie A sampe Serie C.
Kembali lagi ke PSISa, apa pengurus PSISa liat data2nya yang ga lengkap juga cm diem aja? mestinya jg konfirmasi ke PSSI Jateng donk (hehe,,sok tua nee).
Tadi sempet juga liat2 pemain PSISa,, ada beberapa pemain yang gw kenal juga ternyata..hohoo bangga nee....
Dani Kristiyanto : Hmm,,stau gw nama nya di akte tu Dani Krestanto deh. temen SMP ma tandem di SKB Salatiga dulu.oiya,,bukannya dani dah pindah klub? koq blm update? 1 lg kelemahan PSSI,,hmmm....
Bambang Priambodo : rekan se Tim juga di SKB Salatiga. sama2 striker nee,,heee...(kayana dulu Pak Rohani salah milih gw trs yg di tim inti,,
hebat mbang bs msk PSISa)
Jamal: Temen kalo lg maen / sparing keluar ma anak2 NOB / Jong Java...tp jadi musuh kalo di POM UKSW,FTI Cup ma FE Cup,,hehee (kw penak ngegolke nggo wit)
nee ada tambahan poto2 tentang tim2 gurem di Salatiga...wkakaka

Selasa, 17 Maret 2009
Indonesia, Macan Asia yang tertidur..
Seiring semangat kebangsaan yang tercetus dasawarsa 1920-an, Ir. Soeratin Sosrosoegondo mendirikan Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) untuk mewadahi kegiatan sepakbola di nusantara sekaligus menjadi salah satu alat perjuangan bangsa. Tanpa inisiatif tersebut, sepakbola Indonesia tidak pernah dikenal di zaman kolonialisasi karena terkotak-kotak ke dalam berbagai bond sepakbola lokal.
PSSI mulai dikhawatirkan pemerintah kolonial Hindia Belanda. Sebagai bentuk upaya menandingi kekuatan PSSI, didirikan Nederlandsh Indische Voetbal Unie (NIVU) pada 1936. Menjelang Piala Dunia Prancis 1938, dibuatlah perjanjian antara kedua pihak untuk mengirim tim perwakilan. Namun, karena tidak menghendaki bendera yang dipakai tim, Soeratin membatalkan secara sepihak perjanjian tersebut. NIVU tetap mengirimkan tim ke Prancis dengan bendera Hindia Belanda. Tim tersebut adalah perwakilan Asia pertama sepanjang sejarah Piala Dunia.
Jejak Indonesia sebagai salah satu tim yang disegani di kawasan Asia pun dimulai.
Sepakbola Indonesia memasuki periode keemasan disertai dengan sederetan pemain legendaris Merah-Putih lahir pasca-kemerdekaan, seperti antara lain Ramang, Maulwi Saelan, Suardi Arland, dan Tan Liong Houw. Pada periode yang sama, Indonesia dilatih pelatih legendaris asal Yugoslavia, Tony Pogacnik.
Nama Indonesia mulai diperhitungkan di kawasan Asia. Merah-Putih sukses menembus semi-final Asian Games Manila 1954, namun kalah 4-2 dari Taiwan. Pada partai perebutan medali perunggu, Indonesia dikalahkan Burma (sekarang Myanmar) 3-2.
Pada Olimpiade Melbourne 1956, Indonesia juga mengirimkan tim sepakbola. Di babak perempat-final, Indonesia langsung menghadapi favorit juara Uni Soviet. Setelah sempat menahan imbang 0-0, Indonesia takluk 4-0 pada partai ulangan hari berikutnya. Prestasi ini kemudian selalu disebut-sebut sebagai sejarah tertinggi sepakbola Indonesia.
Di kancah Asian Games dua tahun berikutnya di Tokyo, Indonesia kembali gugur di babak semi-final dari lawan yang sama. Kali ini Taiwan lolos ke final setelah memenangkan pertarungan 1-0. Namun, Indonesia sukses membungkus medali perunggu dengan melibas India 4-1.
Kesempatan terbaik untuk meraih medali emas muncul empat tahun kemudian ketika Asian Games digelar di Jakarta. Persiapan dilakukan dengan menyiapkan dua timnas -- satu terdiri dari pemain senior dan satu lagi dari para pemain muda. Sayangnya, ketika semangat mulai terbangun, timnas dihantam Skandal Senayan. Beberapa pemain diduga tersangkut penyuapan oleh bandar judi. Kekuatan Indonesia berkurang dan cabang sepakbola gagal total saat berlaga.
Indonesia sebenarnya juga berpeluang menembus kualifikasi Piala Dunia 1962. Setelah melewati hadangan Cina, Indonesia harus melewati Israel -- lawan yang sedang diboikot negara-negara Arab, termasuk Indonesia. Masalah politik terpaksa membendung ambisi masyarakat menyaksikan bendera Indonesia berkibar di Piala Dunia.
Hegemoni sepakbola Indonesia mulai beralih ke kawasan Asia Tenggara. Sebelum berpartisipasi dalam SEA Games 1977, Indonesia kerap berlaga di turnamen antarnegara, seperti Merdeka Games Malaysia, Piala Raja Thailand, Piala Aga Khan Bangladesh, atau President Cup Korea Selatan.
Setelah turun di pesta sepakbola Asia Tenggara itu, Indonesia harus menunggu sepuluh tahun sebelum meraih medali emas. Gol tunggal Ribut Waidi ke gawang Malaysia pada babak pertama di Senayan mengukuhkan nama Indonesia sebagai raja Asia Tenggara.
Setahun sebelumnya, Indonesia mengukir kejutan di Asian Games Seoul. Di bawah asuhan pelatih Bertje Matulapelwa, Indonesia meraih tempat keempat. Prestasi yang cukup menggembirakan itu ditambah ketika Sinyo Aliandoe mampu membawa Indonesia selangkah lebih dekat ke Piala Dunia 1986. Namun, Merah-Putih kalah tangguh dibandingkan Korea Selatan -- yang akhirnya lolos ke Meksiko.
Prestasi Indonesia mulai menukik. Usai Ferril Hattu mengapteni tim memenangi medali emas SEA Games 1991, tidak ada lagi prestasi tinggi yang diraih Merah-Putih.
Terutama ketika mulai 1999, SEA Games diikuti tim U-23. Untuk tim senior Asia Tenggara, Piala AFF -- atau dulu dikenal Piala Tigers -- menjadi ajang prestise tertinggi. Prestasi Indonesia mentok di posisi runner-up. Catatan tersebut diraih tiga kali penyelenggaraan beruntun -- 2000, 2002, dan 2004. Tidak hanya posisi nomor dua, Indonesia menuai hujatan setelah pada Piala Tigers 1998 sengaja mengalah 3-2 ketika melawan Thailand. Pertandingan itu ditandai dengan gol yang disengaja Mursyid Effendi ke gawang sendiri.
Indonesia hanya mampu mencetak kejutan-kejutan yang hanya dapat dianggap sebagai prestasi minor belaka. Empat kali berturut-turut berlaga di Piala Asia, Indonesia hampir selalu menghadirkan kejutan.
Di Uni Emirat Arab 1996, Widodo Cahyono Putro mencetak gol spektakuler yang kemudian dinobatkan sebagai gol terbaik Asia tahun yang sama. Setelah melempem di Libanon 2000, Indonesia sukses membukukan kemenangan pertama di kancah pesta sepakbola tertinggi Benua Kuning itu. Qatar ditekuk 2-1, sekaligus membuat pelatih Philippe Troussier dipecat. Pada edisi terakhir di kandang sendiri, 2007, Indonesia sempat menang 2-1 atas Bahrain. Kalah di dua pertandingan selanjutnya atas Arab Saudi dan Korea Selatan, tapi seperti dimaafkan berkat penampilan yang penuh semangat.
Animo masyarakat pun melonjak tinggi. Prestasi boleh minim, timnas tetap dicintai. Apapun, catatan tersebut tak lantas menghilangkan seretnya prestasi sepakbola Indonesia. Sudah 17 tahun lebih Indonesia tak lagi meraih gelar bergengsi. Terakhir di Piala AFF 2008, Indonesia kalah tangguh dari Thailand di babak semi-final.
Macan yang dulu mengaum lantang di Asia itu kini sedang tertidur pulas...
inzet: Bambang pamungkas
Sumber :
http://the-kops.blogspot.com/2009/03/profil-indonesia-macan-asia-yang.html


















